Berharap Pada Yesus

Yohanes 5:4-7 (TB)  Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apa pun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: "Maukah engkau sembuh?"Jawab orang sakit itu kepada-Nya: "Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku."

Di Alkitab dicatat sebuah kisah yang unik tentang Kolam Bethesda. Ada Mithos bahwa sewaktu-waktu Malaikat turun ke dalam kolam lalu airnya bergoncang, dan siapa pun yang pertama masuk ke kolam setelah goncangan itu akan sembuh. Kelihatannya Mithos itu meniru budaya sekuler dari negara tetangga yang populer saat itu. Tapi Mithos itu tidak bertahan lama, karena sampai sekarang Kolam Bethesda masih ada, tapi sepi pengunjung. Kalau benar kolam itu bisa menyembuhkan, pasti tidak akan sepi pengunjung sampai sekarang. Kolam itu sepi karena orang sudah sadar bahwa kesembuhan dari kolam itu cuma Mithos.

Yesus datang ke Kolam itu, dan menjumpai seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun sakit, dan berharap kesembuhan dari Kolam Bethesda. Tiga puluh delapan tahun sakit itu waktu yang sangat lama untuk dia mencari kesembuhan. Sudah sepertiga dari umurnya, bahkan setengah dari masa hidupnya. Pasti dia sudah mencoba berbagai cara untuk kesembuhannya. Meski sudah tiga puluh delapan tahun lumpuh, dia tidak ingin menerima kecacatannya seumur hidup, dia ingin sembuh. Maka tak heran dia datang ke Kolam Bethesda, walau kesembuhan di Kolam Bethesda cuma Mithos saja.

Yesus menjumpainya karena belas kasihan. Yesus bertanya, maukah orang itu sempuh? Sudah pasti jawabannya adalah iya. Tapi apakah orang itu percaya Yesus? Yesus menyuruh orang lumpuh itu mengangkat tilamnya dan berjalan. Suatu yang tidak mungkin buat orang lumpuh seperti dia. Bahkan berjalan sendiri ke kolam Bethesda pun dia tidak sanggup. Dan ada lagi tantangan lain, hari itu hari Sabat, tidak boleh orang mengangkat tilam, itu bisa mendatangkan hukuman dari para  Imam Yahudi yang berkuasa saat itu.

Tapi orang itu percaya Yesus, dan taat melakukan perintah Yesus. Maka mukjizat terjadi, orang itu sembuh dari lumpuh yang telah dideritanya selama tiga puluh delapan tahun.

Kisah ini mengajarkan kita, bahwa saat kita mengalami kesulitan, sudah cari solusi ke mana-mana tapi tidak ada jalan keluar, kita harus datang pada Yesus. Datang pada Yesus, percaya pada Yesus, taat pada Yesus, dan mukjizat akan terjadi. Tidak ada yang mustahil buat Tuhan.



Popular Posts