Musibah dan Dosa
Lukas 13:2-5 (TB) Yesus menjawab mereka: "Sangkamu orang-orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada dosa semua orang Galilea yang lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian. Atau sangkamu kedelapan belas orang, yang mati ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada kesalahan semua orang lain yang diam di Yerusalem? Tidak! kata-Ku kepadamu. Tetapi jikalau kamu tidak bertobat, kamu semua akan binasa atas cara demikian.
Menghakimi itu tidak boleh. Tapi orang sering menyalahartikan menegor dosa sebagai menghakimi. Alkitab justru mengajarkan kita untuk menegor orang lain yang berbuat dosa, agar dia berbalik dari perilakunya yang jahat.
Tapi menghakimi itu suatu yang berbeda dari menegor orang berdosa agar bertobat. Salah satu bentuk menghakimi itu mencap orang lain berdosa karena mengalami musibah. Orang sudah sedih karena kena musibah, malah semakin dibuat sedih karena dicap sebagai pendosa. Musibah bisa saja terjadi sebagai hukuman atas dosa seseorang, tapi jangan menggeneralisir bahwa semua musibah terjadi semata karena yang mengalami adalah pendosa.
Contohnya 3 teman Ayub yang menuduh Ayub terkena musibah karena dosa. Praktek seperti pada 3 teman Ayub masih kerap terjadi sekarang. Ada orang sakut, didoakan tidak sembuh, lalu diambil kesimpulan bahwa ada dosa yang menghalangi mukjizat kesembuhan. Ada lagi orang kasus waktu Paulus kapalnya karam, dan masih digigit ular waktu berdiang dekat kayu yang dibakar. Paulus dituduh sebagai pendosa karena setelah selamat dari kapal karam, malah digigit ular berbisa. Padahal Paulus adalah Rasul Yesus Kristus, bukan pendosa.
Praktek-praktek mencap orang yang terkena musibah sebagai pendosa harus dihindari. Kalau ada orang terkena musibah harus kita tolong, bukan kita tambah kesedihannya. Walau yang mengalami musibah musuh yang tidak kita sukai, tetap kita tidak boleh mensyukuri musibah atas seseorang.
Mencap orang yang terkena musibah sebagai pendosa adalah bentuk dari menghakimi. Jangan sampai kita melakukannya.