Kesempatan Kedua
Lukas 19:5-7 (TB) Ketika Yesus sampai ke tempat itu, Ia melihat ke atas dan berkata: "Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini Aku harus menumpang di rumahmu." Lalu Zakheus segera turun dan menerima Yesus dengan sukacita. Tetapi semua orang yang melihat hal itu bersungut-sungut, katanya: "Ia menumpang di rumah orang berdosa."
Pernah dengar kalimat seperti ini : "Dia itu bekas narapidana. Dia itu bekas pelacur. Dia itu bekas maling. Dia itu pendosa. Jangan bergaul dengan dia."
Memberi cap orang berdosa pada mantan penjahat sering kali kita jumpai dalam masyarakat. Kalau orangnya belum bertobat mungkin masih bisa diterima, karena pergaulan yang buruk memang bisa merusak kebiasaan yang baik. Tapi kalau orangnya sudah bertobat dan masih dicap sebagai orang berdosa, lalu dijauhi, itu keterlaluan namanya..
Tuhan Yesus sudah mati di atas kayu salib, sehingga dosa yang begitu kelam di masa lalu pun bisa dicuci bersih oleh darah Yesus. Orang yang sudah menyesal dan meninggalkan dosanya, betapa pun kelamnya dosanya di masa lalu, akan menjadi manusia baru yang sudah disucikan oleh Tuhan Yesus. Maka sebagai Murid Yesus, kita harus menerima orang yang sudah bertobat tanpa mempersoalkan masa lalunya.
Kita harus mendukung orang yang sudah meninggalkan masa lalunya yang kelam agar bisa dikuatkan untuk memasuki hidup baru. Bukannya justru mengucilkannya dan mencapnya sebagai orang berdosa.
Tuhan mau agar semua orang, termasuk yang dulunya punya masa lalu kelam, diselamatkan dan dilayakkan untuk masuk surga. Itulah misi Tuhan Yesus datang ke dunia, untuk menyelamatkan manusia dari kuasa dosa. Sebagai Murid Yesus, kita harus mendukung misi Yesus untuk membawa sebanyak mungkin orang pada keselamatan kekal. Bukannya malah jadi orang sok suci, yang jadi batu sandungan bagi penjahat yang sudah bertobat.
Tugas kita adalah membagikan kabar baik kepada dunia, dan bukannya menghakimi dunia. Satu-satunya yang berhak menghakimi hanyalah Tuhan. Jangan sampai kita dengan mudah mencap orang lain sebagai orang berdosa.