Ajaran Sesat
2 Raja-raja 4:38-41 (TB) Elisa kembali ke Gilgal pada waktu ada kelaparan di negeri itu. Dan ketika pada suatu kali rombongan nabi duduk di depannya, berkatalah ia kepada bujangnya: "Taruhlah kuali yang paling besar di atas api dan masaklah sesuatu makanan bagi rombongan nabi itu."
Lalu keluarlah seorang dari mereka ke ladang untuk mengumpulkan sayur-sayuran; ia menemui pohon sulur-suluran liar dan memetik dari padanya labu liar, serangkul penuh dalam jubahnya. Sesudah ia pulang, teruslah ia mengiris-irisnya ke dalam kuali masakan tadi, sebab mereka tidak mengenalnya.
Kemudian dicedoklah dari masakan tadi bagi orang-orang itu untuk dimakan dan segera sesudah mereka memakannya, berteriaklah mereka serta berkata: "Maut ada dalam kuali itu, hai abdi Allah!" Dan tidak tahan mereka memakannya.
Tetapi berkatalah Elisa: "Ambillah tepung!" Dilemparkannyalah itu ke dalam kuali serta berkata: "Cedoklah sekarang bagi orang-orang ini, supaya mereka makan!" Maka tidak ada lagi sesuatu bahaya dalam kuali itu.
Cerita Nabi Elisa sering mengandung perumpamaan. Dalam cerita di atas terdapat perumpamaan tentang ajaran sesat.
Mempelajari Firman Tuhan harus bersumber pada Alkitab. Mempelajari Firman Tuhan itu adalah santapan rohani kita Mungkin bisa ditambah buku-buku referensi lainnya untuk memperjelas maksud Firman Tuhan. Tapi jangan asal ambil buku referensi, terutama kalau sumbernya tidak kita kenal. Yang ada bukan membantu kita belajar Firman Tuhan, tapi justru menyesatkan.
Ada banyak ajaran-ajaran sesat beredar. Contohnya Mormon. Saksi Yehova dan Christian Science. Banyak literatur yang kelihatannya Alkitabiah tapi isinya menyimpang, diproduksi oleh Mormon, Saksi Yehova dan Christian Science.
Ajaran yang tidak Alkitabiah bisa membuat masalah pada gereja. Contohnya doktrin Saksi Yehova yang mengajarkan bahwa Pengorbanan Yesus di atas Kayu Salib tidak menyelamatkan seluruh manusia dari dosa dan maut. Ada lagi buku Davinci Code yang mengatakan bahwa Yesus tidak mati di atas kayu salib.
Tugas kita adalah meminta bimbingan Rohani pada Hamba Tuhan dari gereja kita untuk membimbing kita belajar Firman Tuhan. Kita juga harus tergabung dalam komunitas study Alkitab agar bisa sama-sama saling membantu dalam belajar Firman Tuhan. Jangan biasakan membeli buku Rohani sembarangan yang ajarannya tidak kita kenal, lalu belajar sendiri tanpa bimbingan. Bisa-bisa kita terjerumus pada ajaran sesat.