Introspeksi Diri
Amsal 27:1-2 (TB) Janganlah memuji diri karena esok hari, karena engkau tidak tahu apa yang akan terjadi hari itu. Biarlah orang lain memuji engkau dan bukan mulutmu, orang yang tidak kaukenal dan bukan bibirmu sendiri.
Ingin dipuji itu suatu yang berbahaya. Orang bisa dijerumuskan karena suka dipuji. Orang bisa terbuai pujian sehingga tidak lagi bisa membedakan yang benar dan yang salah. Kita sering mengira orang yang suka memuji kita maksudnya baik, tapi dalam hatinya kita tidak tahu. Kalau kita sedang di atas angin, kita mesti hati-hati dengan pujian orang lain, karena banyak pujian tidak tulus. Orang memuji dengan maksud supaya kita menganggap dia baik, padahal dia musuh dalam selimut.
Lebih berbahaya lagi gemar memuji diri sendiri. Itu bisa menyebabkan kita membenarkan kesalahan kita. Bisa menyebabkan kita sombong dan lengah terhadap bahaya, mematikan kemampuan kita untuk introspeksi diri.
Gemar dipuji dan gemar memuji diri sendiri itu adalah perbuatan yang berbahaya buat kita. Yang seharusnya kita lakukan adalah senantiasa introspeksi diri, bukan menyombongkan diri. Suka pujian itu membuat kita sombong dan tidak mau introspeksi diri.
Introspeksi berarti kita selalu berusaha untuk jadi lebih baik. Kita harus selalu memeriksa apakah kita dalam jalur yang benar, kalau kita salah harus segera mengkoreksi diri. Kesuksesan bukan untuk disombongkan, tapi untuk disyukuri sambil kita pertahankan dan tingkatkan. Kesalahan bukan untuk ditutupi, tapi untuk diperbaiki.
Kadangkala kita butuh tegoran dari orang lain untuk menyadarkan akan kesalahan kita. Kalau kesalahan tidak cepat diperbaiki suatu saat pasti punya akibat yang tidak menguntungkan.
Kadangkala kita berpikir orang yang menegor kita itu tidak suka pada kita. Tapi justru orang yang memperingatkan kita atas suatu kesalahan adalah orang yang benar-benar cinta kita. Kadang orang yang gemar memuji kita justru menjerumuskan kita.
Senantiasa introspeksi diri agar masa depan kita lebih baik daripada sekarang.