Menjaga Perasaan Orang yang Berbeda Kepercayaan
Roma 14:14-15 (TB) Aku tahu dan yakin dalam Tuhan Yesus, bahwa tidak ada sesuatu yang najis dari dirinya sendiri. Hanya bagi orang yang beranggapan, bahwa sesuatu adalah najis, bagi orang itulah sesuatu itu najis. Sebab jika engkau menyakiti hati saudaramu oleh karena sesuatu yang engkau makan, maka engkau tidak hidup lagi menurut tuntutan kasih. Janganlah engkau membinasakan saudaramu oleh karena makananmu, karena Kristus telah mati untuk dia.
Dalam kehidupan bermasyarakat, kita pasti akan bertemu orang dengan pandangan dan budaya yang berbeda. Ada banyak pantangan-pantangan karena alasan agama atau budaya pada sebagian orang. Buat orang Kristen, semua makanan adalah halal. Tapi kemerdekaan kita dalam memilih makanan jangan dipakai secara serampangan.
Kemerdekaan yang kita dapat dari Kristus, karena penebusan Yesus di kayu salib tidak boleh diterapkan dengan membuat orang lain yang belum menerima Yesus merasa berdosa karena melanggar kepercayaannya. Justru kemerdekaan itu harus diterapkan agar orang lain merasa dihargai dan damai dalam dirinya.
Contohnya kalau kita pergi ke India dan makan bersama orang yang pantang makan daging sapi, kita yang boleh makan apa saja yang harus mengalah mengikuti kebutuhan orang tersebut. Sebaliknya kalau kita pergi ke Timur Tengah, dan makan dengan orang yang pantang makan daging babi, kita yang harus mengalah makan sesuai tuntutan orang tersebut. Pakailah kemerdekaan kita untuk menghargai orang lain yang memiliki pantangan, agar mereka tidak merasa berdosa karena harus mengikuti apa yang kita makan.
Alkitab mengajarkan kita untuk mewujudkan rasa damai di setiap orang yang kita jumpai.
