Menjadi Pelaku Firman Tuhan

Lukas 10:28 (TB)  Kata Yesus kepadanya: "Jawabmu itu benar; perbuatlah demikian, maka engkau akan hidup." 

Kekristenan itu bukan sekedar ilmu atau filsafat atau ajaran, tapi adalah jalan hidup yang membawa penganutnya kepada keselamatan dunia dan akhirat. Tapi untuk bisa diselamatkan, belajar Firman Tuhan itu tidak cukup kalau tidak dipraktekan dalam kehidupan sehari-hari. 

Banyak orang yang sudah mengerti isi Alkitab tapi tidak mau atau tidak berani melakukannya. Contohnya Alkitab mengajarkan kejujuran, tapi banyak orang tidak sanggup untuk hidup jujur. Contohnya banyak Pelajar tidak berani tidak mencontek saat ujian, karena takut tidak lulus. Pelayan masyarakat tidak berani menolak suap karena takut dikucilkan oleh lingkungannya atau takut hidup berkekurangan. Pengusaha tidak berani tidak menyuap karena takut tidak mendapat proyek. Padahal mereka sudah tahu bahwa mencontek, menerima suap dan menyuap itu bertentangan dengan kehendak Allah.

Alkitab juga mengajarkan kita untuk membayar perpuluhan, menolong orang kesusahan, membaca Firman Tuhan tiap hari, saling mendahului dalam memberi hormat, mengampuni orang yang bersalah pada kita. Mungkin semua orang Kristen mengerti hal itu, tapi masalahnya adalah, apakah kita mau melakukannya atau tidak? Keselamatan akan dianugerahkan pada orang yang percaya pada Yesus. Dan mau melakukan Firman Tuhan adalah bukti bahwa kita percaya pada Yesus. Iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati.

Hidup lurus itu memang mengandung resiko. Menaati Firman Tuhan itu juga tidak gampang, perlu pengorbanan. Tapi tidak ada pilihan lain buat kita yang ingin selamat dunia dan akhirat, selain menaati dan melakukan Firman Tuhan. Maka kita harus setia untuk belajar Firman Tuhan, mengerti isinya, lalu menjadi pelaku-pelaku Firman Tuhan tiap hari. Tidak ada pilihan lain kalau kita ingin selamat dunia dan akhirat.


Popular Posts