Tidak Ada Persembahan yang Tidak Bernilai di mata Tuhan
Yohanes 6:8-9 (TB) Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya: "Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
Dalam Alkitab ada kisah Yesus memberi makan 5.000 orang laki-laki, belum termasuk wanita dan anak-anak, dengan hanya 5 roti jelai dan 2 ikan. Semuanya makan kenyang, dan sisanya 12 bakul. Itu adalah suatu mukjizat yang luar biasa.
Namun sebelum 5.000 orang lebih itu makan, murid-murid Yesus cemas dan pesimis. Sebab tempat itu sunyi, jauh dari pasar tempat membeli makanan. Disamping itu jumlah orang yang harus diberi makan sangat banyak, uang 200 dinar pun tak akan cukup untuk membeli makanan bagi semua orang itu. Apalagi yang ada cuma 5 roti jelai dan 2 ikan. Maka Andreas berkata: "...tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?"
Tapi mukjizat terjadi, semua makan kenyang dan masih ada sisanya 12 bakul roti jelai dan banyak potongan ikan. Ternyata persembahan anak yang cuma sedikit itu, yaitu 5 roti jelai dan 2 ikan, di tangan Yesus bisa memberi makan ribuan orang sampai kenyang. Sungguh persembahan kecil itu berharga saat Tuhan campur tangan.
Kita juga seringkali bersikap seperti Andreas, merasa kecil dan tidak berarti, lalu tidak mau memberi persembahan kepada Tuhan, baik waktu, materi atau tenaga. Kita pikir apa artinya persembahan kita, kecil dan tidak akan ada efeknya. Tidak akan berguna karena nilainya secara akal manusia terlalu kecil.
Tapi Tuhan suka persembahan kita, kalau tulus dan sesuai apa yang ada pada kita. Walau nilainya kecil, Tuhan bisa pakai persembahan yang kecil itu untuk menjadi mukjizat yang besar. Sungguh tidak ada persembahan kita untuk Tuhan yang sia-sia walau kecil.
Jadi jangan kita takut untuk memberi persembahan pada Tuhan, baik waktu, materi atau tenaga. Walau kemampuan kita tidak seberapa, jangan mundur untuk memberi sesuai yang ada pada kita. Tidak pernah ada persembahan yang sia-sia, kalau tulus untuk Tuhan. Bahkan yang kecil itu bisa Tuhan pakai untuk suatu yang besar.