Suka dan Duka dalam Kehidupan
Efesus 5:20-21 (TB) Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita dan rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus.
Hidup itu ada pasang surutnya. Ada masanya kita melewati masa senang, tapi juga ada masanya kita melewati masa sukar. Tuhan mengijinkan suka dan duka dalam kehidupan kita sebagai bagian dari rencana indah Tuhan bagi kita.
Bayangkan kalau hidup itu hanya senang terus, mungkin kita bisa lupa pada Tuhan. Kita bisa jadi sombong dan merasa bahwa sukses itu karena kuat dan gagah kita. Kalau hidup senang terus, kita tidak mengerti bagaimana rasanya sukar, dan tidak bisa berempati pada orang lain yang sedang ditimpa musibah. Kita juga tidak akan mengerti bersyukur kalau tidak pernah melewati kesulitan dalam hidup ini.
Dengan adanya suka dan duka dalam hidup, iman kita bisa bertumbuh untuk selalu mengandalkan Tuhan dan berpaut pada Tuhan. Bahkan kita akan merasakan pentingnya menjaga hubungan kita dengan Tuhan. Kita akan berpaut pada Tuhan dan tidak mengandalkan diri sendiri. Saat suka kita tidak akan lagi menjadi sombong. Tapi saat jatuh kita bisa tetap bersyukur karena kita punya Tuhan yang tidak pernah meninggalkan kita sendiri melewati badai kehidupan.
Pada akhirnya hubungan yang erat dengan Tuhan dalam melewati suka dan duka kehidupan, akan memampukan kita untuk tetap melangkah bersama Tuhan saat diterpa kesulitan. Bahkan kita akan mampu bersyukur saat melewati kesulitan. Sebaliknya saat kita senang, kita akan ingat bahwa segala sukacita itu bukan hasil kuat dan gagah kita, tapi adalah karunia Tuhan. Kita akan mengerti bahwa tidak ada hal yang layak kita sombongkan. Dan kita juga akan terdorong untuk senantiasa menghormati dan berempati pada orang lain sekitar kita.