Menjadi Suri Tauladan
Yohanes 1:14 (TB) Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.
Anak sekarang cerdas dan kritis. Anak sering mengikuti tingkah laku orang tuanya. Kalau ditanya, kenapa suka hal itu, dengan polos menjawab bahwa ia suka hal itu karena ayah atau ibunya suka hal itu.
Yang berbahaya anak menjadikan orang tuanya suri tauladan atau contoh. Kalau orang tua mengajari anaknya tepat waktu, tapi orang tuanya tidak tepat waktu, anak akan protes kenapa ia harus tepat waktu. Toh orang tuanya tidak tepat waktu. Kalau orang tua mengajari anaknya tidak berbohong, maka orang tua juga tidak boleh suka berbohong. Kalau tidak anak akan protes.
Yesus adalah suri teladan untuk semua sikap baik manusia. Yesus bukan hanya mengajarkan Firman Allah, tapi juga menjadi pelaku Firman Allah.
Contohnya Yesus mengajarkan pada umat-Nya untuk taat pada perintah Allah, dan Yesus sendiri juga taat pada perintah Allah, bahkan sampai harus mati di kayu salib pun Yesus tetap taat. Yesus mengajarkan untuk mengampuni, dan Yesus pun mengampuni orang yang menyakitinya, bahkan mendoakan pengampunan bagi orang yang menyalibkan-Nya. Yesus mengajarkan untuk taat pada pemerintah, dan Yesus pun taat pada pemerintah, taat membayar pajak, menolak dijadikan raja dan hakim, tidak melawan dengan pedang saat ditangkap dengan tidak adil.
Kita pun sebagai murid-murid Yesus harus bisa jadi suri tauladan bagi lingkungan sekitar kita. Orang tua menjadi suri tauladan untuk anak-anaknya. Yang tua menjadi suri tauladan untuk yang muda. Atasan menjadi suri tauladan untuk bawahannya. Yang rohani menjadi suri tauladan bagi yang tidak rohani.
Menjadi suri tauladan harus dimulai dari hal-hal yang paling kecil. Contohnya Alkitab mengajarkan agar kita saling mendahului dalam memberi hormat. Yang terbesar menjadi pelayan bagi semuanya. Mengampuni orang yang bersalah pada kita. Selalu memikirkan yang baik.
Menjadi suri tauladan berarti menjadi terang bagi dunia yang gelap, agar orang lain mengikuti dan tidak tersesat. Alkitab berkata : Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga."
