Iman yang Kita Perlukan

Matius 9:9 (TB)  Setelah Yesus pergi dari situ, Ia melihat seorang yang bernama Matius duduk di rumah cukai, lalu Ia berkata kepadanya: "Ikutlah Aku." Maka berdirilah Matius lalu mengikut Dia. 

Ajakan untuk mengikut Yesus berlaku untuk semua orang. Termasuk untuk kita.

Bagaimana kita merespon ajakan untuk mengikut Yesus? Bergairah atau tidak tertarik? Utama atau kita anggap bukan sesuatu yang penting?

Kunci dari sikap kita adalah bagaimana kadar percaya kita pada kasih dan kuasa Yesus. Kalau kita sungguh percaya pada Yesus, ajakan untuk mengikut Yesus akan terasa sebagai panggilan yang sangat indah. Kalau kita tidak percaya kasih dan kuasa Yesus, maka ajakan dunia yang lebih terlihat, dan mudah ditangkap akal, akan terasa lebih memukau.



Lalu bagaimana kita bisa percaya Yesus? Mau tidak mau kita harus rajin membaca Alkitab dan berdoa agar iman kita bertumbuh. Sisihkan waktu kita setiap hari untuk saat teduh pribadi. Iman hanya bisa bertumbuh kalau kita mengenal Tuhan Yesus.

Matius saat diajak Yesus, langsung berdiri mengikut Yesus, dan meninggalkan pekerjaannya sebagai kepala pemungut cukai. Sebuah jabatan yang bergaji besar di saat itu. Buat Matius panggilan mengikut Tuhan lebih penting dari segalanya. Matius mampu mengutamakan Tuhan pasti karena sudah banyak mendengar kabar tentang Yesus sebelumnya. Pasti Matius percaya akan kasih dan kuasa Tuhan Yesus.

Rajin-rajinlah untuk belajar Firman Tuhan agar iman kita bertumbuh dan tidak mati. Awalnya pasti terasa berat. Namun lama-kelamaan kita akan merasakan bahwa rajin bergaul dengan Firman Allah adalah suatu yang indah. 

Popular Posts