Tahir Secara Rohani

Matius 15:17-20 (TB)  Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut turun ke dalam perut lalu dibuang di jamban?
Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang.
Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.
Itulah yang menajiskan orang. Tetapi makan dengan tangan yang tidak dibasuh tidak menajiskan orang."

Dalam Perjanjian Lama ada beberapa makanan yang dianggap najis untuk dimakan oleh orang Yahudi. Kita ingat kisah Daniel dimana Daniel, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego tidak mau menajiskan diri dengan santapan dari Raja Babel dan memilih hanya makan sayuran dan minum air. 

Dalam Perjanjian Baru Yesus menegaskan semua makanan halal, kecuali kalau kita menganggapnya haram. Kalau kita menyatakan suatu makanan itu haram, maka menjadi haram. Makanan yang haram di Perjanjian Lama menjadi Halal di Perjanjian Baru merupakan kiasan atas Umat Non Israel, yang di era Perjanjian Lama dianggap bukan Bangsa Terpilih, namun di Perjanjian Baru menjadi Umat Pilihan Allah, yaitu Israel secara Rohani. Hal ini dimungkinkan karena darah Yesus menyucikan dosa seluruh umat manusia. Asal kita percaya pada Kuasa dan Kasih Tuhan Yesus, maka kita akan diselamatkan.

Dalam Perjanjian Baru, Yesus tidak lagi menekankan tentang Suci secara fisik atau badaniyah. Tetapi suci secara Rohani. Yesus menegaskan bahwa orang bisa jadi kotor bukan karena makan makanan yang najis. Karena  setiap makanan akan masuk ke perut dan dibuang di jamban. Yang menjadikan orang itu kotor adalah pikiran yang kotor.



Pikiran yang kotor seperti benci, iri, pikiran porno, itu menjadikan seseorang menjadi najis karena dosa. Piķiran kotor yang dipelihara akan mendorong orang berbuat jahat, berkata-kata kotor, bertindak mesum. Dosa itulah yang akan menajiskan kita.

Maka kita harus membiasakan diri untuk tahir secara rohani. Buang semua pikiran jahat, pikiran kotor, dendam, rencana jahat dari pikiran kita. Buang semua amarah, iri hati, benci, akar pahit, kemesuman, penipuan dari pikiran kita. Pikirkan hanya yang baik, yang manis, dan yang sedap untuk didengar.  Jangan sampai pikiran kotor menjadikan kita najis di hadapan Allah.

Popular Posts