Mana pilihanmu: Tuhan atau Uang?
Lukas 16:13 (TB) Seorang hamba tidak dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
Setiap orang butuh uang, sebab untuk membeli barang atau jasa kita butuh uang. Uang sendiri adalah alat pembayaran yang sah di dunia. Uang (mamon) adalah alat, untuk mempermudah kehidupan manusia dalam melakukan pertukaran barang dan jasa.
Punya banyak uang itu suatu yang baik. Masalah timbul kalau untuk mendapatkan uang kita memakai cara-cara kotor : Mencuri dari orang lain, menipu, merusak alam, mengeksploitasi pekerja, menyelundupkan barang ilegal, menjual narkoba. Atau kita memakai uang untuk perbuatan kotor yang menjerumuskan orang lain ikut dalam perbuatan dosa bersama kita : menyewa pelacur, menyuap pejabat, mencuci uang, menyewa pembunuh. Di saat uang telah menjerumuskan kita jauh dari Tuhan, dan mendorong perbuatan dosa, di situ uang telah memperbudak kita. Uang sudah bukan lagi menjadi alat yang membantu kita, tapi uang telah menjadi penguasa hati kita.
Sekali lagi kita pertegas : punya banyak uang bukan suatu dosa. Tetapi cinta uang-lah yang berdosa. Cinta uang akan menjauhkan kita dari Tuhan, atau menjerumuskan kita untuk berbuat dosa.
Oleh sebab itu kita harus mencondongkan hati kita pada Tuhan, agar kita mencari uang dengan cara baik, menggunakannya dengan bijak. Saat kita mencari uang bersama Tuhan, dan kita memperoleh banyak uang, kita ucapkan syukur pada Tuhan. Saat kita mempergunakan uang dengan bijak, orang-orang di sekitar kita ikut merasa terberkati. Uang bisa menjadi alat bagi kita untuk melayani Tuhan.
Jadi kita harus memilih : selalu mencondongkan hati pada Tuhan, bukan mencintai uang. Uang hanyalah alat, jangan sampai usaha kita mencari uang menjauhkan kita dari Tuhan, atau menjerumuskan kita dan orang lain ke dalam perbuatan dosa.
