Waspada Guru-Guru Palsu
Matius 7:17-18 (TB) Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.
Tidak mungkin pohon yang baik itu menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik itu menghasilkan buah yang baik.
Orang boleh saja terlihat rajin ibadah, pintar menghafal ayat Alkitab, pandai berkotbah, dan lain sebagainya. Tidak ada yang salah dengan itu. Tapi hubungan dengan Allah adalah masalah hati. Bukan hanya masalah fisik saja.
Agama kadang kala dipakai sebagai kedok untuk berbisnis, bahkan untuk melakukan kejahatan. Kita masih ingat cerita Pendeta di luar negeri yang bernubuat palsu akan segera kiamat. Lalu umatnya diminta menjual rumah dan mendonasikannya ke gereja. Saat kiamat tidak terjadi, Pendeta tersebut ternyata sudah kabur dengan milyaran uang jemaatnya. Siapa yang salah? Yang salah adalah jemaat itu sendiri, telah percaya pada Nabi Palsu.
Tuhan Yesus mengajarkan agar Orang Kristen jangan menjadi bodoh. Menilai seseorang menurut Tuhan Yesus, harus dari buahnya. Jangan kita tertipu dengan kata-kata manis seseorang. Jangan kita tertipu dengan penampilan luar seseorang yang kelihatan saleh. Kita harus mengecek seseorang dari buahnya.
Seorang Pengajar Kristen dalam Iman harus memiliki buah-buah Roh : penuh kasih, sukacita, damai sejahtera, lemah lembut, murah hati, tidak berdiri di atas kesulitan orang lain, jujur, pemaaf dan selalu berkata-kata dengan sopan. Kalau buahnya tidak baik, kita harus menjaga diri dari guru-guru palsu tersebut. Jangan sampai kita tertipu, atau disesatkan oleh guru-guru palsu.
