Mengampuni supaya Kita Juga Diampuni
Lukas 11:4 (TB) dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kami pun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."
Kalau kita pernah nonton film silat klasik, isinya tentang seseorang yang di aniaya orang lain sampai mati, lalu anak atau murid orang mati itu balas dendam. Akhirnya musuhnya pun mati. Seakan-akan saat dendam terbalaskan ada suasana bahagia, lalu film itu pun berakhir.
Tapi saat musuh itu mati, pasti juga ada keluarga atau murid musuh itu yang berduka. Lalu bisa saja mereka juga balas dendam. Dan kematian orang-orang yang saling bermusuhan itu tidak ada habis-habisnya. Perang dibakar oleh saling balas dendam.
Itulah sebabnya Yesus mau kita saling mengampuni. Kalau ada orang lain bersalah pada kita, kita ingatkan dan kita ampuni. Kita balas kejahatannya bukan dengan kejahatan juga, tapi dengan kasih dan doa. Hanya dengan begitu rantai dendam dan saling membalas jahat dengan jahat bisa diputus.
Alkitab berkata, ampunilah maka kamu akan diampuni. Kalau kamu tidak mau mengampuni kesalahan orang lain, maka Allah juga tidak mau mengampuni kesalahan kamu.
Mengampuni membuat diri kita bebas dari rantai dendam. Mengampuni juga membuat dunia jadi damai. Memang mengampuni itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi kita harus berusaha mengampuni, agar Allah juga mengampuni dosa-dosa kita. Dan Allah juga pasti akan memampukan kita untuk mengampuni.
