Kualitas Hidup Murid Yesus

Roma 12:1-2 (TB)  Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.

Menjadi murid Yesus itu dituntut untuk menjadi saksi kemuliaan Tuhan. Amanat Agung memang harus diberitakan dengan kata-kata. Tapi tanpa kesaksian hidup yang baik dari Orang Kristen, kekristenan menjadi tidak menarik. Menjadi Murid Yesus berarti menjadi serupa dengan Yesus. Melalui orang-orang yang berperilaku mirip Yesus, Kabar Baik tentang keselamatan diberitakan dengan lebih efektif. Orang akan berjumpa dengan Yesus melalui kehadiran Murid-Murid Yesus yang serupa Yesus.

Di masa penjajahan dahulu ada kisah nyata tentang Jenderal Spanyol yang beragama Kristen, yang akan menghukum mati seorang Pemimpin Suku Indian yang melawan saat tanah adat sukunya direbut tentara Spanyol. Lalu saat eksekusi akan dilaksanakan, Sang Jenderal Spanyol menawarkan Pemimpin Suku Indian untuk didoakan, tapi dijawab oleh Pemimpin Suku Indian : "Untuk apa saya didoakan?" Sang Jenderal Spanyol berkata, supaya setelah mati Pemimpin Suku Indian mungkin bisa masuk sorga. Pemimpin Indian itu menjawab, "Lebih baik saya tidak masuk sorga kalau di sorga ada orang jahat seperti Anda Jenderal."

Sebagai murid Yesus, persembahan terbaik yang disukai Tuhan adalah hidup kita yang serupa Yesus. Yesus berbeda dari dunia, maka Murid Yesus juga harus punya nilai yang berbeda dari dunia. Saat dunia menuntut hubungan yang saling menguntungkan, kita harus bisa memberi tanpa pamrih. Saat dunia membalas jahat dengan jahat, kita harus  bisa membalas yang jahat dengan kebaikan. Saat dunia biasa mengutuk musuh, kita harus bisa mendoakan musuh. Saat dunia menuntut hukuman setimpal buat yang menjahatinya, kita harus bisa melepaskan pengampunan.

Kualitas hidup yang berbeda pada Murid Yesus akan membawa orang sekitarnya untuk melihat Yesus melalui kehadirannya. Orang akan mengenal sosok Yesus kalau Murid Yesus serupa dengan Yesus.

Bisa dibayangkan kalau orang yang mengaku Kristen itu jahat, culas, kasar, tidak punya empati. Apakah orang tertarik untuk menjadi Kristen kalau yang dilihat ternyata Orang Kristen itu tidak seperti Yesus, tetapi seperti pengikut Iblis?

Maka persembahkan hidup kita menjadi persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan pada Allah. Kehidupan yang demikian akan memuliakan Allah, memberkati diri sendiri mau pun orang di sekitarnya.




Popular Posts