Mengandalkan Tuhan

Amsal 3:5-6 (TB)  Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu. 


Manusia dikaruniai Akal Budi untuk membuat pertimbangan dalam setiap  pengambilan keputusan. Akal Budi manusia sangat luar biasa, bisa menghitung matematika, menciptakan pesawat, membuat karya seni yang indah, dan bisa mengambil keputusan yang membutuhkan pemikiran yang kompleks. Akal Budi ini membedakan manusia dengan binatang. Bahkan belum ada mesin yang bisa menyamai kemampuan Akal Budi manusia.

Dalam setiap pertimbangan manusia biasa menggunakan logika untuk menjabarkan masalah dan mengambil keputusan. Sayangnya Akal Budi manusia tidak bisa mengatasi semua masalah. Akal Budi manusia itu terbatas. Satu-satunya yang berkuasa tanpa batas hanyalah Tuhan. Tuhan Maha Tahu karena segala sesuatu adalah hasil ciptaanNya. Akal Budi manusia tidak bisa menyamai kemampuan Tuhan.

Ada kalanya situasi sudah di luar kemampuan nalar manusia. Saat itulah manusia harus mengandalkan Tuhan. Kemampuan berpikir manusia tidak akan sanggup mengatasi masalah yang terlalu sukar.

Sayangnya manusia sering kali senang bermain logika, dan mau mengandalkan kekuatan sendiri. Manusia sering tidak mau mengandalkan Tuhan karena merasa tidak percaya pada Tuhan.

Manusia yang mengandalkan diri sendiri pasti hancur. Sebab tanpa pertolongan Tuhan kita tidak akan sanggup mengatasi seluruh persoalan hidup. Akibatnya banyak orang yang stress, putus asa, salah mengambil jalan, bahkan ada yang sampai bunuh diri.

Oleh sebab itu mengandalkan Tuhan adalah kebutuhan manusia. Mengandalkan Tuhan hanya bisa terjadi kalau kita percaya pada Tuhan. Kita percaya pada Tuhan karena kita mengenal siapa itu Tuhan. Dan pengenalan akan Tuhan hanya bisa terjadi kalau kita setia bergaul dengan Tuhan dengan rajin baca Alkitab dan berdoa. Baca Alkitab dan doa adalah sarana kita berkomunikasi dengan Tuhan agar kita mengenal Tuhan dengan baik.


Popular Posts