Memuliakan Tuhan Saja
Matius 18:1-3 (TB) Pada waktu itu datanglah murid-murid itu kepada Yesus dan bertanya: "Siapakah yang terbesar dalam Kerajaan Sorga?" Maka Yesus memanggil seorang anak kecil dan menempatkannya di tengah-tengah mereka lalu berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Saat Murid-Murid Yesus bertengkar mengenai siapa yang paling besar di antara mereka, dan bertanya pada Yesus siapakah sebenarnya yang terbesar dalam Kerajaan Sorga, Yesus mengatakan bahwa, kalau kita tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, kita tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Anak kecil itu tulus, jujur dan polos. Tidak dipenuhi ambisi. Belum mengenal intrik untuk saling menjatuhkan. Tidak ada Kesombongan Rohani.
Kesombongan Rohani itu penyakit umum dari umat beragama. Merasa harus dihormati di gereja karena paling banyak donasi, paling tua, paling pintar, paling suci adalah bentuk-bentuk dari kesombongan Rohani. Yang parah kalau sudah sombong, suka menghakimi yang lain, bahkan melabeli bidad orang lain. Apalagi kalau sudah bermain intrik untuk mendapatkan pengakuan sebagai yang terpenting di gereja. Seolah-olah pelayanan bukan lagi tujuan, tujuan utamanya adalah kebanggaan diri.
Oleh sebab itu Kesombongan Rohani itu harus dihindarkan. Apalagi kalau kesombongan itu sampai menuntut pengakuan sebagai yang harus dihormati dalam gereja. Bukankah satu-satunya Pemimpin dan yang harus dihormati di gereja itu hanyalah Tuhan Yesus?
Kalau sudah mencuri kemuliaan Tuhan, bermain intrik untuk diakui sebagai pemimpin dalam gereja, wajar kalau kemudian tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Sorga.
Pelayanan kita harus benar-benar dilandasi oleh niat yang murni dan tulus, hanya demi kemuliaan Tuhan. Kalau kita harus bermegah, kita hanya bermegah di dalam Yesus Kristus. Yesus adalah satu-satunya yang kita muliakan. Jangan sampai ada ambisi pribadi. Tapi kita harus tulus, polos, jujur seperti anak kecil.