Mengosongkan Diri

Filipi 2:5-7 (TB)  Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.

Semua manusia memiliki hati dan perasaan. Punya keinginan untuk dihargai, diperlakukan dengan adil. Tidak ada manusia yang ingin disepelekan oleh orang lain.

Tapi manusia diciptakan dengan karunia masing-masing. Ada yang pintar, ada yang kaya, ada kuat, ada yang berkuasa, ada yang cantik atau ganteng. Tapi ada juga yang sebaliknya.

Menjadi orang kaya, pintar, kuat, berkuasa, cantik atau ganteng, bukan menjadi alasan untuk tidak menghargai orang lain yang kurang beruntung. Apalagi kalau sampai merendahkan orang yang kurang beruntung.

Yesus harus menjadi teladan dalam sikap kita terhadap sesama. Bagaimana tidak, Yesus yang adalah Allah mau merendahkan dirinya, menjadi manusia untuk menyapa manusia ciptaanNya. Alkitab memakai istilah mengosongkan diri. Bahkan Yesus mau memberikan nyawanya untuk menebus umat manusia dari kuasa dosa.

Maka kita juga harus mau menghargai orang lain yang kurang beruntung : orang miskin, orang yang tidak mendapat kesempatan menikmati pendidikan, orang yang berpangkat rendah, difabel, dan sebagainya. Kalau kita punya kelebihan dibandingkan orang lain, kelebihan itu bukan untuk menjadikan kita sombong. Justru kelebihan itu memberi kita tanggung jawab untuk menolong yang lemah dan membutuhkan uluran tangan kita.

Salah satu contoh mudah dari menghargai orang lain, adalah tersenyum dan menyapa orang yang kita temui, termasuk bawahan kita. Keramahan yang kelihatannya sederhana akan memberi dampak baik bagi orang yang kita temui, juga bagi kita sendiri. Tapi sebaliknya membully orang karena kurang beruntung akan menimbulkan akibat negatif bagi orang lain mau pun diri kita sendiri.

Alkitab mengajarkan kita untuk saling mendahului dalam memberi hormat. Yang paling besar dari semua adalah pelayan dari semua. Artinya kalau kita mau menolong sesama, mengasihi sesama, kita akan dimuliakan oleh Allah.


Popular Posts