Mukjizat Allah

Yohanes 2:7-10 (TB)  Yesus berkata kepada pelayan-pelayan itu: "Isilah tempayan-tempayan itu penuh dengan air." Dan mereka pun mengisinya sampai penuh. Lalu kata Yesus kepada mereka: "Sekarang cedoklah dan bawalah kepada pemimpin pesta." Lalu mereka pun membawanya. Setelah pemimpin pesta itu mengecap air, yang telah menjadi anggur itu — dan ia tidak tahu dari mana datangnya, tetapi pelayan-pelayan, yang mencedok air itu, mengetahuinya — ia memanggil mempelai laki-laki, dan berkata kepadanya: "Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu dan sesudah orang puas minum, barulah yang kurang baik; akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."

Manusia adalah makhluk yang lemah. Sering kali terjadi persoalan yang terasa sangat sukar. Secara logika persoalan itu tidak bisa lagi diselesaikan. Tapi bagi orang yang mengandalkan Tuhan, mukjizat bisa terjadi. Di dalam Tuhan tidak ada persoalan yang terlalu sukar, yang sampai melebihi kemampuan kita. Mukjizat Tuhan bisa terjadi, Mukjizat itu ada dan nyata.

Mukjizat Tuhan bisa terjadi kalau kita memenuhi 2 persyaratan : Percaya pada Tuhan dan taat pada Firman Tuhan. Kalau kita tidak mau beriman dan tidak taat Firman Tuhan, kita tidak layak untuk mengharapkan mukjizat Tuhan. Walau kekurangan kita tidak bisa membatasi kuasa Tuhan untuk membuat mukjizat, tapi beriman dan taat adalah tanda kesiapan kita untuk menerima mukjizat Tuhan. Tanpa kesiapan hati kita, mukjizat bisa membuat kita mencuri kemuliaan Tuhan, dan kita tidak bisa menjadi saksi kemuliaan Tuhan. Tuhan mau melalui mukjizat rohani kita bertumbuh, dan kita memuliakan nama Tuhan.

Pada waktu perkawinan di Kana, Galilea, Yesus membuat mukjizat mengubah air menjadi anggur. Saat pesta pernikahan yang dihadiri oleh Yesus, tuan rumah kehabisan anggur untuk menjamu tamunya. Hal itu adalah hal yang memalukan tuan rumah menurut budaya saat itu. Yesus melakukan mukjizat agar tuan rumah tidak dipermalukan.

Yesus melakukan mukjizat dengan menyuruh pelayan mengisi bejana pembasuhan penuh dengan air. Lalu Yesus menyuruh pelayan mencedoknya dan membawanya ke pemimpin pesta. Ternyata pemimpin pesta mendapati air itu sebagai anggur kualitas terbaik.

Bagaimana kalau pelayan tidak percaya perkataan Yesus, dan tidak melakukan yang diperintahkan pada Yesus? Mukjizat tidak akan terjadi.

Untuk percaya bagi pelayan pesta juga tidak mudah. Bagaimana kalau air ternyata tidak berubah jadi anggur? Ia pasti akan dimarahi oleh pemimpin pesta yang adalah atasannya. Bukan tidak mungkin dia akan dipecat sebagai pelayan. Tapi Si Pelayan percaya dan mentaati perintah Yesus, sehingga mukjizat terjadi. Mengapa pelayan percaya pada Yesus? Memang tidak diceritakan detail mengapa pelayan pesta percaya pada Yesus dalam teks Alkitab tersebut, tapi pasti dia sudah pernah dengar cerita tentang Yesus sebelumnya.

Dari cerita perkawinan di Kana, kita belajar bahwa kita harus rajin baca Alkitab, supaya mengenal siapa itu Yesus. Pengenalan akan Yesus akan mendorong kita untuk beriman dan taat pada perintah Yesus. Dengan demikian, saat kita mendapatkan masalah besar, kita punya keberanian untuk memohon pertolongan pada Yesus. Dan saat itulah Mukjizat Allah bisa terjadi.

Tidak ada yang mustahil buat Tuhan. Tidak ada persoalan yang terlalu sukar kalau kita mau berjalan bersama Tuhan senantiasa.


Popular Posts