Takut akan Tuhan menjauhkan kita dari Jurang Maut

Amsal 14:26-27 (TB)  Dalam takut akan TUHAN ada ketenteraman yang besar, bahkan ada perlindungan bagi anak-anak-Nya. 
Takut akan TUHAN adalah sumber kehidupan sehingga orang terhindar dari jerat maut. 

Ada cerita tentang seorang anak kecil diajak mencuri sayuran di kebun milik tetangganya. Ayahnya berkata, "Nak, ayah akan memetik sayuran. Kamu berjaga-jaga ya. Kalau ada orang datang melihat kita, kamu cepat-cepat beri tahu ayah."

Baru sang ayah mau mulai memetik, anaknya berteriak : "Ayah, ada yang sedang melihat kita." Sang ayah celingukan mencari orang yang datang, tapi tidak terlihat siapa pun. Lalu sang ayah mau mulai memetik sayuran lagi. Sang anak kembali berteriak : "Ayah, ada yang melihat kita." Sang ayah celingukan lagi, tapi tidak melihat seorang pun. Dengan kesal dia memarahi anaknya. Katanya, "Mana, ayah tidak melihat seorang pun di sini.Tidak ada orang yang melihat kita." Tapi sang anak menjawab, "Ada, ayah... Ada Tuhan yang sedang melihat kita...". Lalu sang ayah batal mencuri sayuran, dan bergegas menggandeng anaknya pulang ke rumahnya.

Orang berani mencuri, berbuat jahat, berbuat mesum, karena merasa tidak ada yang melihatnya. Kejahatan dilakukan dengan sembunyi-sembunyi supaya tidak diketahui orang lain. Tapi bukankah ada Tuhan yang Maha melihat?



Takut akan Tuhan membuat orang menghindari perbuatan dosa. Upah dosa adalah maut. Seorang pencuri yang tertangkap bisa dipenjara. Seorang pelacur bisa merusak kesehatannya, merusak masa depannya dan mempermalukan keluarganya. Pemakai narkoba bisa rusak sarafnya, menimbulkan bahaya pada jantungnya. Tapi takut akan Tuhan menjauhkan kita dari semua perbuatan dosa itu.

Takut akan Tuhan menghindarkan kita dari jerat maut.

Popular Posts