Mengendalikan Amarah
Mazmur 4:4-5 (TB) (4-5) Biarlah kamu marah, tetapi jangan berbuat dosa; berkata-katalah dalam hatimu di tempat tidurmu, tetapi tetaplah diam. Sela
Sering kita dengar orang yang terlanjur melakukan kejahatan, berkata : "Saya khilaf.." waktu ditangkap polisi. Banyak kejahatan terjadi karena amarah yang tidak bisa dikendalikan...
Ada orang yang menusuk temannya hanya gara-gara uang 3000 rupiah. Ada orang mengeluarkan kata-kata kasar di medsos yang berujung pada masalah hukum. Ada orang yang bercerai dengan pasangannya hanya karena issue yang ternyata tidak benar. Setelah semuanya terjadi, lalu menyesal dan hanya bisa berkata "Saya khilaf.."
Kemarahan yang tidak terkendali bisa menyebabkan kejadian yang fatal. Kadang kemarahan membuat kita tidak sadar diri dan melakukan tindakan yang kita sesali seumur hidup. Kalau karena marah kita memukul orang, kejadiannya hanya berlangsung beberapa detik, tapi akibatnya bisa disesali dalam waktu lama
Oleh sebab itu Alkitab mengajarkan kita untuk mengendalikan amarah.
Marah itu suatu yang manusiawi. Tuhan Yesus juga pernah marah. Yang tidak boleh adalah marah sampai kita tidak bisa mengendalikan diri.
Maka kalau kita marah, jangan terburu-buru melakukan tindakan. Jangan buru-buru berkata-kata. Tetaplah diam sampai marah itu reda, baru kita ambil keputusan tindakan apa yang harus kita ambil untuk menyelesaikan persoalan.
Jangan sampai karena marah kita berbuat dosa, lalu berkata "Saya khilaf.."
