Tuhan itu Baik kepada Semua Orang yang mau datang PadaNya
Markus 9:23-24 (TB) Jawab Yesus: "Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"
Segera ayah anak itu berteriak: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!"
Hubungan manusia dengan Allah dibangun oleh rasa ketidakberdayaan umat-Nya. Selama orang masih bisa mengandalkan diri sendiri, sering kali orang merasa tidak butuh berdoa, tidak butuh ibadah, tidak butuh Tuhan. Ada perkataan dari Karl Marx yang terkenal : "Agama adalah candu"..
Tapi kebutuhan manusia akan Tuhan tidak bisa ditutup-tutupi. Setiap manusia pasti melewati fase terburuk dalam hidupnya. Dan di saat itulah kebutuhan manusia akan Tuhan akan dirasa.
Buat yang sudah senantiasa bergaul karib dengan Firman Tuhan, berdoa dan merendahkan diri di hadapan Tuhan, hubungan yang intens dengan Tuhan akan dirasa manfaatnya disaat-saat melalui masa terburuk dalam hidup..
Bagaimana dengan yang selama ini terbiasa mengandalkan diri sendiri, mengandalkan kekuatan manusia, mengandalkan uang? Di saat-saat paling sukar dalam hidupnya, kebutuhan akan Tuhan akan mencuat... Lalu kalau sedang terpuruk, tidak berdaya, mau datang kepada Tuhan pasti sulit. Apakah Tuhan mau mendengar? Jangan-jangan Tuhan malah berkata, "....kemana saja kamu selama ini? Giliran senang lupa sama Tuhan, giliran susah baru mau datang pada Tuhan.. Kemana saja kamu selama ini?" Lalu mulut ini kelu tak bisa jawab.. Padahal disaat terpuruk, tinggal Tuhan satu-satunya harapan... Apakah Tuhan masih mau menolong?
Tapi Tuhan tidak seperti manusia.. Tuhan adalah Tuhan yang penuh kasih. Asal kita mau berbalik dari kejahatan kita, dan mau merendahkan diri di hadapan Tuhan, Tuhan pasti dengar doa kita..
Tapi mungkin kita berkata, "Saya tidak biasa berdoa.., saya tidak punya iman, ...saya belum kenal Tuhan..." Mungkinkah Tuhan mau menolong saya?
Tuhan mau menolong...
Kejujuran akan kekurangan dirinya, itulah yang disenangi oleh Tuhan pada manusia yang mau bertobat.. Saat seorang Bapak di Markus 9 minta tolong kepada Yesus, agar anaknya dibebaskan dari Roh jahat, dia jujur bahwa dia tidak percaya pada Yesus.. Tapi dia mau belajar percaya pada Yesus di saat terjepit, buktinya dia minta tolong pada Yesus.. Yesus menolak? Yesus mempersoalkan ketidakpercayaannya? Ternyata Yesus mau menolong orang yang mau belajar percaya pada Yesus itu tanpa mempersulit situasinya...
Jadi biasakan menjalin hubungan dengan Tuhan di setiap situasi.. Tapi disaat genting, jangan ragu datang pada Tuhan, tanpa melihat kondisi keimanan kita.. Tuhan tidak mempersoalkan masa lalumu.. Tuhan tidak mempersoalkan kondisi imanmu.. Selama kita mau berbalik kepada Tuhan, maka Tuhan pasti mau menjawab doa-doa kita...
