Arti Kemerdekaan Bagi Orang Kristen
Galatia 5:13 (TB) Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.
Budak itu tidak merdeka. Dia tidak boleh melakukan apa pun tanpa ijin tuannya. Dia tidak punya hak untuk istirahat kalau belum diijinkan tuannya. Dia tidak punya hak untuk menikah kalau tidak diijinkan tuannya. Dia tidak punya hak untuk bepergian tanpa ijin tuannya.
Negara yang dijajah, rakyatnya juga menjadi budak penjajah. Mereka tidak punya hak, seperti hak penjajahnya. Mereka dianggap lebih rendah dari bangsa penjajah. Dibatasi haknya untung bersuara demi kebenaran. Bahkan dibatasi haknya untuk hidup makmur, mengenyam pendidikan yang layak.
Alkitab membandingkan orang Kristen seperti budak dosa yang telah ditebus oleh Kristus. Sebelum menerima Kristus sebagai juruselamat, mereka adalah budak setan, tapi setelah ditebus Yesus jadi manusia yang merdeka.
Budak setan tidak bisa berbuat semaunya tanpa ijin setan. Setan membelenggu manusia berdosa melalui ikatan kuasa gelap, kutuk, dosa keturunan, nafsu seks yang tidak terkendali, amarah, keserakahan, kesedihan, rasa rendah diri dan belenggu lainnya. Budak setan tidak berhak bahagia, harus menanggung kesedihan, rasa malu, disiksa, dirusak dan direndahkan. Budak setan tidak berhak menyembah Tuhan dengan bebas. Budak setan pasti dihalangi untuk masuk ke hadirat Tuhan.
Tapi Kristus sudah menebus orang Kristen dari belenggu dosa, sehingga bukan lagi sebagai budak setan. Kristus menebusnya dengan darah-Nya yang mahal yang tercurah di kalvari.
Setelah ditebus Yesus, setan tidak lagi punya hak atas orang Kristen. Masakan setelah ditebus Yesus kita masih mau diperbudak setan? Kalau orang Kristen masih melakukan kehendak setan, berarti dia tidak menggunakan kemerdekaannya dengan baik.
Orang yang sudah bebas dari perbudakan setan, bebas datang kepada Allah. Maka berlarilah untuk datang ke hadirat Allah. Jangan menjauh dari hadirat Allah. Lakukanlah apa yang Allah inginkan, karena sekarang kita sudah menjadi Hamba Allah. Hargai kemerdekaan yang sudah Allah berikan :
Orang yang sudah ditebus Kristus bebas untuk menyuarakan kebenaran. Maka aneh kalau ada orang Kristen masih bersuara membela kejahatan.
Orang yang sudah ditebus Yesus berhak merasakan hidup baru, hidup yang berdamai dengan Allah. Masakan orang yang sudah hidup baru tabiatnya sama dengan orang yang masih hidup dalam belenggu dosa?
Orang yang telah ditebus oleh Kristus bebas merasakan kasih Allah, hidup penuh berkat, dan pengharapan. Bagaimana mungkin orang Kristen masih menebarkan amarah, tangis, kebencian, kepedihan pada lingkungan sekitarnya?
Aneh kalau ada orang yang katanya sudah bukan lagi budak setan, tapi sudah menjadi hamba Allah, ternyata masih gemar melakukan perbuatan yang disukai oleh Setan.
