Menghakimi VS Menegor
Matius 7:1-2 (TB) "Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi.
Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu.
Menghakimi itu beda dengan menegor. Menghakimi bertujuan untuk menghukum orang yang bersalah. Menegor bertujuan untuk mengingatkan orang yang bersalah agar tidak larut dalam perbuatan dosa. Sebab orang yang tidak berbalik dari perilakunya yang jahat pasti dihukum oleh Tuhan.
Tuhan Yesus juga sering menegor orang yang bersalah, bahkan marah hebat kepada orang yang berdosa. Di bait suci, Tuhan Yesus membuat cambuk dari tali, menjungkirbalikkan meja penukar uang, menghamburkan uang penukar di pelataran bait suci, karena bait suci Yerusalem dijadikan tempat jual beli oleh orang Yahudi.
Di lain kali, Tuhan Yesus mencerca Orang Yahudi sebagai Anak Iblis, keturunan ular beludak. Kata-kata yang sangat keras untuk menegor orang Yahudi.
Tindakan Tuhan Yesus saat marah di Bait Suci Yerusalem, dan saat marah kepada Orang Yahudi bukan menghakimi, tapi menegor. Tujuan Tuhan Yesus menegor adalah agar Orang Yahudi berbalik dari tingkah lakunya yang salah.
Lalu seperti apa menghakimi? Kalau ada orang lain bersalah, kita ingin dia dihukum, itu namanya menghakimi. Menggunjingkan kejelekan orang lain, itu juga menghakimi. Menghakimi hanya menyakiti orang lain, tidak membawa orang yang bersalah berbalik dari kejahatan. Menghakimi itu timbul karena kita tidak mau mengampuni.
Mungkin kita berpikir, orang salah harus dihukum biar adil, biar dia kapok, biar dia tahu rasa. Tapi kita lupa kalau kita juga tidak suci dari perbuatan dosa.
Tuhan Yesus berkata, ukuran yang kita pakai untuk menghakimi akan diukurkan juga pada kita. Kalau kita ingin Tuhan mengampuni kita, maka kita harus mengampuni orang lain. Kalau kita ingin orang yang bersalah pada kita dihukum, Tuhan juga akan menghukum kita atas kesalahan yang kita perbuat.
Ampunilah, maka kamu juga akan diampuni... Tapi kalau kamu tidak mau mengampuni kesalahan orang lain, Tuhan juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
