Ayo Buktikan Kasihmu
1 Yohanes 3:18 (TB) Anak-anakku, marilah kita mengasihi bukan dengan perkataan atau dengan lidah, tetapi dengan perbuatan dan dalam kebenaran.
Mengasihi Allah, mengasihi diri sendiri dan mengasihi sesama itu adalah suatu tindakan. Berkata : "Aku mengasihi engkau" tidak ada artinya kalau tidak disertai oleh tindakan. Dari tindakan itu kita bisa menilai seberapa sungguh seseorang itu mengasihi.
Kalau kita berkata : "Saya mengasihi Allah", kasih itu harus mewujud dalam tindakan, seperti rajin beribadah, rajin membaca Firman Tuhan, mau memberi diri untuk melakukan pelayanan untuk kerajaan Allah, menjauhi perbuatan dosa, rela untuk membagikan injil, dan sebagainya. Kalau di waktu hari Minggu lebih memilih untuk main Golf daripada mengikuti Kebaktian, punya waktu untuk dugem tapi tidak punya waktu untuk saat teduh, merasa bahwa uang adalah segala-galanya, itu artinya sudah melupakan Tuhan. Orang yang melupakan Tuhan bisa saja berkata bahwa dia juga mengasihi Tuhan, tapi tindakannya tidak menggambarkan bahwa ia mengasihi Tuhan.
Kasih suami kepada istri juga harus dibuktikan dalam tindakan. Tidak ada gunanya seorang suami berkata "sayang" pada istrinya kalau ternyata dia suka selingkuh, sering melakukan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga), dan tidak mau memberi waktu untuk memperhatikan istrinya. Tanpa tindakan mengasihi, apalagi sering menyakiti istri, lalu apa gunanya berkata sayang pada istrinya?
Mengasihi dengan kata-kata memang tidak ada salahnya. Tapi kalau tidak disertai dengan dengan perbuatan, semua itu sia-sia saja.
Kata-kata kasih tidak bisa menjadi bukti bahwa seseorang itu memang mengasihi. Bisa saja orang selalu berkata mengasihi di mulut, tapi tindakannya menyakitkan. Kata lagu tempo dulu, seperti buah semangka berdaun sirih.
Maka kalau kamu berkata "Saya mengasihi engkau", tunjukkan kasihmu itu melalui perbuatan mengasihi. Jangan cuma omong doang. Sebab kata-kata saja tidak cukup untuk membuktikan kasihmu.
