Pergaulan yang Sehat
1 Korintus 15:33 (TB) Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.
Dalam pergaulan manusia saling mempengaruhi satu sama lainnya. Contohnya anak sekolah yang bergaul dengan teman-teman yang rajin belajar, pasti dia juga akan terbawa menjadi rajin belajar. Tapi kalau anak sekolah bergaul dengan teman-teman yang suka bolos, bisa-bisa terbawa untuk ikut menjadi suka bolos juga.
Yang berbahaya adalah melalui pergaulan, faham yang radikal bisa ditularkan. Kebiasaan ngegosip bisa ditularkan. Tabiat Korupsi bisa ditularkan. Bahkan konsumsi narkoba dan seks bebas bisa ditularkan dari pergaulan yang salah.
Maka kita harus bergabung dengan komunitas yang akan membawa pengaruh baik bagi kehidupan kita. Misalnya komunitas gereja, komunitas olah raga sehat, komunitas bisnis yang sehat. Kita bisa mendapat manfaat dengan bergabung dalam komunitas yang baik. Komunitas yang baik akan menularkan kebiasaan yang baik juga.
Bukan artinya kita harus jauhi semua orang yang tersesat. Kita justru harus tarik orang yang sesat dari pergaulan yang buruk dan kita ajak bergabung pada komunitas yang sehat. Tapi sebelum melakukannya kita juga harus menakar kemampuan kita. Kalau kita merasa tidak mampu membendung pengaruh buruk dalam suatu komunitas, ya jangan kita mendekatinya walau untuk tujuan menarik pengikutnya keluar dari perilaku buruk. Salah-salah kita malah ikut terjerumus pada pergaulan buruk tersebut.
Ayat di atas menegaskan, jangan sampai pergaulan yang buruk merusak kebiasaan kita yang baik, apalagi menyesatkan kita dari jalan Tuhan. Jauhkan diri kita dari komunitas yang memberi pengaruh buruk pada diri kita. Kita harus tetap berpaut pada Firman Tuhan dalam pergaulan kita.
