Menghadapi Dukacita
2 Korintus 7 : 10 (TB) Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian.
Setiap orang pasti melewati masa kelam dalam hidupnya, tidak ada jalan kehidupan seseorang pun yang mulus tanpa goncangan.
Kadang dukacita itu Allah ijinkan terjadi untuk menguji iman kita, sebagai sarana pembelajaran agar kita bertumbuh dalam hubungan dengan Tuhan. Kadang kala dukacita adalah tegoran untuk mengingatkan kita yang sudah melenceng dari jalan Tuhan. Kadangkala dukacita juga terjadi sebagai hukuman atas kesalahan kita yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan.
Tapi apa pun yang terjadi, respon kita ada 2 kemungkinan, bisa menjadi semakin mengandalkan Tuhan, atau justru kita menjauh dari Tuhan.
Seharusnya memang respon kita saat dukacita adalah terus memegang erat janji Tuhan, semakin mendekatkan diri pada Tuhan, dan berseru untuk minta pertolongan pada Tuhan saja. Saat kita melewati masa kelam bersama Tuhan, maka Tuhan akan memberi kita kekuatan dan menuntun kita keluar dari kesulitan. Berjalan bersama Tuhan untuk melewati masa sukar, endingnya pasti baik. Kita akan menyaksikan bagaimana Tuhan itu berkuasa dan Maha Kasih.
Tapi kalau disaat menghadapi masa kelam kita menjauh dari Tuhan, apalagi sampai mengandalkan kekuatan lain, kita akan menuju kehancuran. Keadaan akan bertambah sukar dan masalah baru akan muncul.
Melalui dukacita kita akan mengerti pentingnya hubungan kita dengan Tuhan. Kita akan semakin mengenal Tuhan dan percaya akan kasih dan pemeliharaanNya.
Maka kalau Tuhan ijinkan dukacita menerpa hidupmu, janganlah menjauh dari Tuhan. Tetap berpegang erat pada janji Tuhan dan berseru kepadaNya. Tuhan tidak akan membiarkan umatNya mengalami pencobaan yang melebihi kemampuannya.
Pada akhirnya dukacita akan membuat iman kita bertumbuh, sehingga kita bisa bersyukur di saat duka, dan tidak menyesal telah melewati saat duka bersama Tuhan.
