Persembahan Sejati
Markus 12:33 (TB) Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan."
Gereja sebagai organisasi memang hidup dari persembahan jemaatNya. Gereja perlu uang untuk membiayai kegiatan, untuk membayar gaji Pendeta dan Staff, untuk transportasi pelayanan, dan sebagainya. Maka persembahan perpuluhan jemaat dan persembahan lainnya penting untuk menggerakkan roda kegiatan pelayanan gereja.
Tapi tanggung jawab jemaat gereja tidak berhenti hanya pada memberi persembahan pada gereja. Sikap taat pada Allah dan sikap yang penuh kasih pada diri sendiri dan sesama juga dituntut dari semua jemaat gereja.
Sikap penuh kasih pada Allah, diri sendiri dan sesama itu adalah suatu kesaksian hidup bagi orang sekitar, sebagai support terhadap mereka yang lemah, sebagai upaya menjaga diri sendiri dan sebagai salah satu bentuk dari pelayanan gereja. Semua itu sama pentingnya dengan memberi persembahan uang, menjadi penyanyi di gereja, melakukan ritual ibadah, menjadi majelis jemaat atau pendeta. Bisa dibayangkan kalau orang Kristen terkenal rajin ibadah di gereja, tapi tidak mau mengasihi sesama, atau suka kekerasan, gereja akan terkena dampak buruknya juga. Banyak gedung gereja di beberapa negara menjadi kosong dan beralih fungsi jadi gedung lain karena ditinggalkan jemaatnya. Kekristenan tanpa tindakan kasih dan ketaatan pada Allah di kehidupan nyata adalah suatu yang tidak menarik. Semua ibadah di gereja harus diwujudkan dalam tindakan kasih dan ketaatan dalam kehidupan sehari-hari. Kalau tidak ajaran Kekristenan menjadi seperti suara gong yang berbunyi tanpa ada maknanya.
Dan pada akhirnya, gedung gereja, ritual, persembahan itu hanyalah pelengkap. Gereja yang sebenarnya adalah kita, Murid-Murid Yesus. Sebagai Murid Yesus kita harus masuk ke babak hidup baru yang makin lama semakin serupa dengan Yesus. Yesus yang penuh kasih harus tergambar dalam diri kita. Maka orang yang bertemu dengan kita akan ikut merasakan Kasih Yesus dan ikut memuliakan Tuhan juga.
