Menyelamatkan Nyawa Kita
Markus 8:36-37 (TB) Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya?
Covid-19 sudah merengut lebih dari 1 juta jiwa manusia di seluruh dunia. Korbannya ada dari berbagai strata, gender dan usia, tidak pandang bulu. Kadang kefatalan Covid-19 ini terjadi sangat cepat pada seseorang. Banyak orang yang sebulan lalu masih sehat-sehat saja, tapi saat ini sudah tiada.
Sebuah refleksi buat kita semua : "Kalau kita Tuhan ijinkan untuk menjadi salah satu korban meninggal karena Covid-19, sudah siapkah kita? Apa yang sudah kita persiapkan untuk kehidupan akhirat kita nanti?
Adanya Pandemi Global ini mengingatkan kita bahwa hidup kita di dunia adalah sementara. Dan hidup kita bisa berakhir kapan saja tanpa bisa kita pilih waktunya. Kalau sudah masanya Tuhan memanggil kita, dan nyawa kita diambil, tak ada yang bisa mencegahnya. Bahkan nyawa kita tidak bisa dibeli dengan uang. Uang mungkin bisa membeli rumah sakit, menggaji dokter paling pandai, membeli laboratorium vaksin paling canggih, tapi uang tidak bisa membeli nyawa kita. Oleh sebab itu pertanyaan tadi sangat penting buat semua orang.
Punya banyak uang itu bagus. Apalagi kalau berkuasa, punya pasangan cantik, populer. Serasa dunia ini milik kita. Tapi kita tidak boleh lupa bahwa, hidup di dunia ini hanya sementara. Dan tidak ada yang bisa membeli nyawanya sendiri, betapa pun kaya raya dan berkuasanya dia. Oleh sebab itu jangan lupa untuk mempersiapkan diri untuk kehidupan akherat nanti.
Jangan sampai di saat maut menjemput, kita berkata : "Saya belum siap".
