Dari Buahnya Semua itu Dikenal

Matius 27:17 (TB)  Karena mereka sudah berkumpul di sana, Pilatus berkata kepada mereka: "Siapa yang kamu kehendaki kubebaskan bagimu, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus?"

Di masa sekarang, banyak orang menganggap agama adalah salah satu sumber masalah di dunia. Banyak konflik justru terjadi dengan motif agama. Banyak teroris juga bermotif agama.


Di masa Yesus sendiri, para Sanhedrin (pemimpin Agama Yahudi) menyalibkan Yesus Kristus karena alasan agama. Yesus yang tidak berdosa dan mengajarkan kebaikan dibunuh karena fitnah berbau agama.

Agama yang seharusnya mengajarkan kebaikan bisa dipakai sebagai alasan untuk tindakan kejahatan. Itu adalah bukti bahwa dosa bisa memakai apa saja untuk menjerumuskan manusia pada kejahatan, termasuk memakai hal yang baik. Itulah sifat dari dosa. Yang salah bukan agama, agama tetap mengajarkan kebaikan dan memberi solusi pada masalah kita di dunia dan akhirat.

Lalu bagaimana agar kita tidak terjebak untuk ikut melakukan kejahatan dengan alasan agama?

Ada istilah srigala berbulu domba. Maka Alkitab mengajarkan kita untuk menguji setiap ajaran yang kita terima, bahkan menguji setiap roh yang kita rasakan hadiratnya. Dari buahnya semua akan dikenal.

Pertanyaan Pilatus di atas berlaku buat kita juga : Yesus yang mana yang kita pilih, Yesus Barabas atau Yesus, yang disebut Kristus? Kita bisa membedakan kedua Yesus dari buahnya.

Yesus Barabas adalah pemberontak, pembunuh dan menyesatkan rakyat. Tapi Yesus Kristus adalah Pribadi yang penuh kasih, menyelamatkan banyak orang dan mengajarkan kebenaran. Gereja yang benar harus membentuk jemaat yang semakin serupa Yesus Kristus, bukan serupa Yesus Barabas.

Jadi kalau di sebuah gereja tidak ada kasih, tidak ada keselamatan, tidak membawa orang kepada kebenaran, tapi penuh intrik dan konflik, jangan salahkan agama Kristen. Kita justru patut mempertanyakan, Yesus mana yang gereja itu ikuti? Jangan-jangan mereka mengikuti Yesus Barabas, bukan Yesus Kristus.



Popular Posts